Diawal tahun 2019 ini, cuaca di Indonesia masih tidak menentu. Kerap kali terjadi hujan yang tiba-tiba mendadak turun ditengah terik matahari. Tahukah mas Bro kalau air hujan sebenarnya tak bagus untuk kendaraan khususnya roda empat?

Sebenarnya air hujan mengandung zat tidak kasat mata yang beresiko menimbulkan masalah pada mobil mas Bro. Salah satunya, mobil mas Bro bisa berjamur apabila diguyur air hujan lalu kering dengan sendirinya. Apalagi bila hujan turun di daerah yang berada di dekat laut, karna kandungan garam pada air hujan yang lebih banyak.

Kandungan garam pada air hujan umumnya mengandung PH antara 3 sampai 5 yang cenderung asam dan berisiko menimbulkan jamur hingga karat pada bodi mobil mas Bro.

Hal ini makin berbahaya ketika mas Bro tinggal atau bekerja di daerah perkotaan dan pabrik. Maka, baiknya ketika menerobos air hujan segera elap mobil mas Bro dan bilas dengan air bersih. Jangan sampai air hujan yang sudah tercampur polusi dibiarkan mengering dengan sendirinya. Apalagi setelah mobil terkena air hujan dan  tiba-tiba seketika  cuaca panas hadir, hal ini dapat memicu timbulnya jamur dan karat menjadi lebih cepat.

Dalam cara pengelapanpun harus mas Bro perhatikan. Lap yang sudah digunakan untuk bodi mobil jangan lagi mas Bro gunakan untuk mengelap bagian mobil lain yang terkena hujan. Seperti bagian kaca. Sebab, jika menggunakan lap yang sama risiko bodi atau kaca mobil tergores dengan partikel-partikel kecil yang terbawa saat mengelap bagian yang lain menjadi lebih besar. Hal inilah mengapa bila mobil dilap dengan keadaan basah sering kali meninggalkan goresan tipis.

Categories: Tips & Trick

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *