Dalam kecepatan yang sangat tinggi, salip menyalip dalam formula 1 menjadi aksi yang sangat menarik untuk ditonton. Ada banyak tekhnik untuk menyalip dalam balap formula1, salah satu nya adalah tekhnik slipstreaming. Tekhnik ini tidak hanya dipakai dalam balap formula1, tetapi bisa juga dipakai di motoGP.
Tekhnik slipstreaming sendiri adalah teknik menyalip lawan dengan posisi membelakangi mobil lawan dan membuntutinya dengan jarak yang dekat. Sambil menunggu waktu pas yang tepat untuk menyalip, pembalap terus mengikutin dan menyamakan kecepatan lawan yang ada di depannya.
Walaupun terbilang bahaya, trick ini adalah trick yang umum dan diperbolehkan dalam balapan.
Nama ini dinamakan slipstreaming atau tekhnik mencuri angin karna pada saat pembalap membuntuti lawan di posisi belakang, hambatan angin yang pembalap dapatkan lebih kecil karna sudah di pecah oleh lawan yang ada didepannya. Dan disitulah pembalap mendapatkan keuntungan dengan mencuri hambatan angin yang sudah di pecah oleh lawan yang ada didepannya.
Karna dalam balapan, salah satu musuh seorang pembalap di dalam sirkuit adalah hambatan angin. Jika kita bisa mendapatkan hambatan angin yang kecil dengan membelakangi lawan, kita bisa melaju lebih cepat karna beban mesin dan ban yang kita dapat lebih kecil.
Namun tak sembarangan orang bisa menerapkan tekhnik ini, karna tekhnik slipstreaming ini membutuhkan pemahaman dan konsentrasi yang tinggi.
Ada potensi crash disaat lawan di depan kita melakukan rem mendadak. Jika kita tidak konsentrasi, kita akan ikut menabrak mobil lawan didepan yang mengerem secara mendadak, sehingga aksi ini sangat tidak dianjurkan dipakai saat kita sedang mengemudi mobil pribadi.
Saat kita menyetir mobil pribadi dijalan raya umum, jarak antara mobil didepan kita dengan mobil kita minimal adalah 3 detik. Jarak itu adalah jarak yang cukup aman disaat kendaraan didepan memgerem secara dadakan sehingga kita bisa mengambil tindakan untuk ikut melakukan rem.

Categories: Tips & Trick