Regulasi kendaraan rendah emisi karbon (LCEV), mengenai mobil listrik diperkirakan akan selesai pekan ini. Terkait hal tersebut Mercedes-Benz Indonesia menyatakan siap untuk ikut andil meramaikan pasar otomotif bertenaga listrik di Indonesia. 

President & CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Roelof Lamberts menyambut antusias dengan adanya wacana regulasi mobil listrik tersebut.

“Untuk elektrifikasi, Mercedes ingin menjadi yang terdepan di Indonesia. Sudah ada beberapa pertemuan yang diselenggarakan bersama instansi pemerintah untuk menyusun rencana peluncuran kendaraan elektrik di Indonesia. Untuk transisinya akan ada kendaraan plug-in hybrid nanti di bawah brand EQ Mercedes-Benz, yang akan diluncurkan di Indonesia, baik itu kendaraan yang bersifat hybrid atau elektrik,” ungkap Roelof di daerah Jakarta beberapa waktu lalu.

Sistem LCEV akan mengcover teknologi canggih seperti hibrida, berbahan bakar gas, listrik, sampai hidrogen. Mengenai skema insentif berbagai jenis mobil listrik nantinya akan diinformasikan lebih lanjut oleh Kemenperin jika peraturan sudah diresmikan.

Terkait hal tersebut, Mercedes Benz Indonesia mengatakan belum menentukan model mana yang akan diperkenalkan terlebih dahulu di Indonesia karena semua tergantung dari skema insentif pajak bagi mobil bertenaga listrik dan mobil listrik yang sedang disusun pemerintah.

“Kami punya E350 E, C350 E, dan tahun depan akan ada S560 E,” ungkap Roelof.

“Kami akan maksimalkan waktu yang ada untuk memperkenalkan PHEV di Indonesia karena ada banyak pekerjaan bagi kami. Kami akan memberikan pelatihan kepada staff kami baik dari sisi servis dan perawatan karena ini adalah kendaraan berbeda jenisnya karena tenaganya yang berasal dari baterai atau listrik. Infrastruktur pengisian daya juga harus dibangun. Ini topik yang harus didiskusikan secepatnya,” ungkap dia.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *