Mercy punya nama besar di Indonesia. Tidak heran merk ini sangat diminati dan menjadi pilihan sebagai mobil premium.

Bahkan tidak cuma mobil dengan model-model terbarunya saja, model mobil klasik ini juga masih banyak diminati. Salah satu nya adalah model lawas Mercy Tiger dan Boxer.

Namun tetap jika mobil sudah berumur, tentu akan membutuhkan perawatan tambahan dan perhatian khusus.

Mercy Boxer dengan kode W124 telah diproduksi dari pertengahan tahun 1980-an sampai dengan pertengahan 1990-an. Namun memang mobil ini terbilang tidak terlalu rewel asalkan kita rajin untuk merawatnya.

“Kalau buat Mercy Boxer biasanya bocor-bocor oli. Masalah matic, jeduk, atau enggak pindah transmisinya,” tegas Ade Susanto, spesialis Mercedes-Benz di tokonya, Auto Tehnik, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dan suku cadang itu terbilang lumrah dan masih banyak di pasaran dengan harga menengah, wajar karna ini kendaraan premium walaupun jadul. Wajar karena bocor-bocor oli terkait dengan paking yang sudah aus karna pemakaian.

Jika bicara paking silinder head, harganya mulai dari Rp 600.000-Rp 700.000 untuk satu set. Sementara paking carter transmisi matic ada pada kisaran harga Rp 100.000 – Rp 200.000.

Berbeda jika tertarik pada Tiger yang tampilannya lebih jadul dan klasik melihat tahun produksinya yang juga lebih lama.

Sedan yang kaya instrumen krom ini, menurut Ade, sudah mulai sulit untuk mencari suku cadangnya. Keluhan lainnya adalah kaki-kaki yang memang sudah terkenal empuk khas mobil Jerman ini.

“Tiger biasanya keluhannya kaki-kaki, cuma spare part-nya langka. Jadi banyak Orang yang akhirnya tersendat saat membangun tiger” tegas Ade.

Pada akhirnya, suku cadang yang langka tersebut mau tidak mau harus diorder dan impor dari luar negeri.

Categories: Tips & Trick

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *